Inilah waktu untuk berkompetisi. Di era global ini jarang dan hampir tak ada yang bisa menjadi pemilik pasar. Semua lobang sudah terisi oleh persaingan yang ketat. Jika tak siap dalam dunia bisnis yang makin kompetitif, bisa dipastikan kita akan tereliminasi. Hal yang sama juga berlaku bagi kita sebagai pekerja. Jika potensi kita tak berkembang, atau prestasi kita sangat minim atau produktifitas kerja kita jauh dari kata efisien dan efektif, maka siap-siaplah kita meninggalkan kursi dan sebaliknya mempersilakan orang lain yang akan menempatinya.
Namun sungguh bijak seandainya kita tidak membenci situasi yang mengharuskan kita untuk berkompetisi, apalagi harus membenci pesaing kita. Sebab ada banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dalam sebuah kompetisi jika kita bisa menyikapi dengan sudut pandang yang positif. Pertama, persaingan bisa menjadi bahan bakar untuk memacu perusahaan kita. Tanpa persaingan mungkin kinerja kita sangat biasa, namun setelah ada ancaman dari kompetitor mau tidak mau kita harus meningkatkan kinerja kita sebaik mungkin. Kalau tidak, kita akan mati!
Kedua, persaingan membuat kita tahu posisi kita. Keberhasilan pesaing bisa kita gunakan sebagai barometer atau tolak ukur. Paling tidak kita akan tahu apakah kita jauh tertinggal, ataukah sekarang ini kitalah yang jadi pemimpin pasar. Jika kita menyadari bahwa kita tertinggal, maka kita akan dengan cepat mengejar ketertinggalan itu. Ketiga, persaingan akan membuat kita makin kreatif dan inovatif. Tak ada istilah puas setelah mencapai titik tertentu. Bahkan ketika kita sudah menjadi market leader sekalipun, jika kita tak ingin posisi kita didahului oleh pesaing kita. Mau tidak mau kita akan terus berupaya untuk terus kreatif dan inovatif. Keempat, khusus bagi Anda yang hidup dalam persaingan di antara sesama rekan kerja, yakinlah bahwa dengan adanya persaingan maka Anda bisa memunculkan potensi terbaik yang Anda miliki. Anda akan terus melakukan personal improvement karena sebuah persaingan. Bukankah persaingan itu baik?
Tanpa persaingan maka kita akan menjadi statis, dan gagal mencapai yang terbaik dalam diri.
(Kwik)
Rabu, 04 Mei 2011
Bukan Musuh
Jika saja kita punya sudut pandang yang benar atas setiap masalah yang sedang kita hadapi, tentu kita tak perlu takut, apalagi menjadi alergi dengan masalah. Masalah bukanlah musuh, masalah adalah sahabat. Jika manusia tidak pernah mengenal masalah, saya tak yakin apakah manusia bisa jadi lebih ulet, lebih maju, lebih kreatif dan menjadi lebih baik seperti sekarang ini. Justru karena manusia selalu berhadapan dengan masalah, maka manusia tak lagi statis tapi dinamis, tak lagi pasif tapi aktif, tak lagi konservatif tapi kreatif, tak lagi mandeg tapi terus maju.
Who Moved My Cheese, tulisan Spencer Johnson menceritakan tentang dua tikus dan dua kurcaci dalam sebuah labirin yang terdapat keju. Saat keju-keju itu dipindahkan tentu ini jadi masalah besar bagi mereka. Dua kurcaci menjadi marah, frustasi dan stress. Sebaliknya, dua ekor tikus bisa menyikapi masalah dengan cara yang tepat. Masalah tak membuatnya merenungi nasib yang malang, namun justru membuatnya keluar dan mulai mengadakan penyusuran di labirin. Sampai akhirnya penyusuran itu menghantarkan mereka ke sebuah pojok labirin yang penuh dengan keju, bahkan jauh lebih banyak daripada yang dulu. Keju yang dipindahkan adalah masalah tapi itu telah menghantarkan mereka ke tempat keju yang lebih banyak lagi!
Demikian juga banyak tokoh-tokoh Dunia menjadi luar biasa bukan karena keadaan yang biasa-biasa. Mereka menghadapi masalah besar, namun berhasil meresponinya dengan tepat. Seringkali masalah yang kita anggap sebagai musuh sebenarnya adalah pintu menuju kesuksesan. Jika kita memiliki keberanian untuk menghadapi masalah itu dan berusaha untuk membukanya, maka kesuksesan besar sudah menanti. Sebaliknya kalau jiwa kita terlalu kerdil untuk berhadapan dengan masalah itu, maka jalan kesuksesan yang lebih besar juga tak pernah terbuka, tak heran kalau kehidupan kita ya begitu-begitu saja. Padahal seharusnya kehidupan kita terus bergerak maju dan menjadi lebih baik lagi, seperti kata George Knox, "Kalau Anda tidak lagi menjadi lebih baik, Anda tidak lagi baik."
Masalah yang kita anggap sebagai musuh sebenarnya adalah pintu menuju kesuksesan.
(Kwik)
Who Moved My Cheese, tulisan Spencer Johnson menceritakan tentang dua tikus dan dua kurcaci dalam sebuah labirin yang terdapat keju. Saat keju-keju itu dipindahkan tentu ini jadi masalah besar bagi mereka. Dua kurcaci menjadi marah, frustasi dan stress. Sebaliknya, dua ekor tikus bisa menyikapi masalah dengan cara yang tepat. Masalah tak membuatnya merenungi nasib yang malang, namun justru membuatnya keluar dan mulai mengadakan penyusuran di labirin. Sampai akhirnya penyusuran itu menghantarkan mereka ke sebuah pojok labirin yang penuh dengan keju, bahkan jauh lebih banyak daripada yang dulu. Keju yang dipindahkan adalah masalah tapi itu telah menghantarkan mereka ke tempat keju yang lebih banyak lagi!
Demikian juga banyak tokoh-tokoh Dunia menjadi luar biasa bukan karena keadaan yang biasa-biasa. Mereka menghadapi masalah besar, namun berhasil meresponinya dengan tepat. Seringkali masalah yang kita anggap sebagai musuh sebenarnya adalah pintu menuju kesuksesan. Jika kita memiliki keberanian untuk menghadapi masalah itu dan berusaha untuk membukanya, maka kesuksesan besar sudah menanti. Sebaliknya kalau jiwa kita terlalu kerdil untuk berhadapan dengan masalah itu, maka jalan kesuksesan yang lebih besar juga tak pernah terbuka, tak heran kalau kehidupan kita ya begitu-begitu saja. Padahal seharusnya kehidupan kita terus bergerak maju dan menjadi lebih baik lagi, seperti kata George Knox, "Kalau Anda tidak lagi menjadi lebih baik, Anda tidak lagi baik."
Masalah yang kita anggap sebagai musuh sebenarnya adalah pintu menuju kesuksesan.
(Kwik)
Kamis, 31 Maret 2011
Team Work
Saya selalu berpikir bahwa sebuah tim olahraga yang bertaburan dengan bintang, pasti akan mendulang sukses dan menjadi juara. Memang tak dapat disangkal lagi bahwa kemampuan dan keahlian individu sangat berpengaruh pada potensi tim, namun ternyata itu bukan segala-galanya. Ada satu hal lagi yang lebih penting dari pada sekedar skill individu, yaitu kerja sama dalam tim!
Bagi Anda yang suka sepak bola, mungkin masih membekas kuat di benak kita kejuaraan euro-champion pada tahun 2004. Sang juara bukanlah Italia, Inggris, Perancis, Belanda ataupun Spanyol yang bertebaran bintang, tapi justru Yunani yang sama sekali tidak diperhitungan dan dianggap sebagai tim underdog. Tidak salah juga jika tim Yunani sama sekali tidak diperhitungkan, sebab mereka memang tak punya pemain yang sangat menonjol, namanya saja kita hampir-hampir tidak pernah mendengarnya. Lalu apa kunci kesuksesan mereka sehingga mereka berhasil mempecundangi tim-tim unggulan? Kerja sama tim!
Untuk meraih kesuksesan, kerja tim yang solid mutlak diperlukan. Jika tak ada kerja sama yang bagus, ini akan sangat memperlambat kinerja keseluruhan. Menjadi tugas seorang pemimpin untuk membuat sebuah tim kerja yang solid, ini akan berdampak besar bagi kemajuan perusahaan. Saya cuplikan kata-kata bagus dari Michael Jordan, bintang NBA , "Ada banyak tim dalam setiap olahraga yang memiliki pemain-pemain hebat tetapi tidak pernah memenangkan pertandingan. Seringkali, pemain-pemain tersebut tidak mau berkorban untuk kebesaran tim yang lebih baik. Hal yang menggelikan adalah, pada akhirnya keengganan mereka untuk berkorban hanya membuat tujuan-tujuan pribadi lebih sulit dicapai. Satu hal yang saya percayai adalah jika Anda berpikir dan mencapai sesuatu sebagai sebuah tim, penghormatan pribadi akan datang dengan sendirinya.” Kerja sama tim itu kunci kesuksesan kita. Unsur individu memang penting, namun tidak ada yang bisa menggantikan kerja sama tim!
Satu orang dapat menjadi unsur dalam sebuah tim, tetapi satu orang tidak dapat membuat tim.
(Kwik)
Bagi Anda yang suka sepak bola, mungkin masih membekas kuat di benak kita kejuaraan euro-champion pada tahun 2004. Sang juara bukanlah Italia, Inggris, Perancis, Belanda ataupun Spanyol yang bertebaran bintang, tapi justru Yunani yang sama sekali tidak diperhitungan dan dianggap sebagai tim underdog. Tidak salah juga jika tim Yunani sama sekali tidak diperhitungkan, sebab mereka memang tak punya pemain yang sangat menonjol, namanya saja kita hampir-hampir tidak pernah mendengarnya. Lalu apa kunci kesuksesan mereka sehingga mereka berhasil mempecundangi tim-tim unggulan? Kerja sama tim!
Untuk meraih kesuksesan, kerja tim yang solid mutlak diperlukan. Jika tak ada kerja sama yang bagus, ini akan sangat memperlambat kinerja keseluruhan. Menjadi tugas seorang pemimpin untuk membuat sebuah tim kerja yang solid, ini akan berdampak besar bagi kemajuan perusahaan. Saya cuplikan kata-kata bagus dari Michael Jordan, bintang NBA , "Ada banyak tim dalam setiap olahraga yang memiliki pemain-pemain hebat tetapi tidak pernah memenangkan pertandingan. Seringkali, pemain-pemain tersebut tidak mau berkorban untuk kebesaran tim yang lebih baik. Hal yang menggelikan adalah, pada akhirnya keengganan mereka untuk berkorban hanya membuat tujuan-tujuan pribadi lebih sulit dicapai. Satu hal yang saya percayai adalah jika Anda berpikir dan mencapai sesuatu sebagai sebuah tim, penghormatan pribadi akan datang dengan sendirinya.” Kerja sama tim itu kunci kesuksesan kita. Unsur individu memang penting, namun tidak ada yang bisa menggantikan kerja sama tim!
Satu orang dapat menjadi unsur dalam sebuah tim, tetapi satu orang tidak dapat membuat tim.
(Kwik)
Jumat, 04 Maret 2011
BUNGLON
Bunglon termasuk binatang yang sudah terlanjur memiliki citra buruk. Untuk menggambarkan seseorang yang plin plan atau tidak punya pendirian tetap, maka kita akan berkata, ah dasar bunglon! Meski demikian, saya justru melihat hal ini dari sudut pandang yang berseberangan. Warna kulit bunglon yang dengan cepat berubah-ubah sesuai tempatnya saya lihat sebagai kemampuan yang sangat hebat dalam beradaptasi dengan lingkungannya.
Sesungguhnya, kemampuan beradaptasi adalah salah satu syarat penting untuk meraih kesuksesan. Mengapa penting? Karena kita hidup di tengah-tengah dunia yang terus berubah. Jika kita menjadi begitu kaku dan sulit untuk mengikuti perubahan demi perubahan yang terjadi, atau dengan kata lain kita tidak mampu beradaptasi dengan perubahan, maka kegagalan sudah menunggu di depan mata.
Mobil buatan Henry Ford dengan model T pernah mengalami masa kejayaan. Namun sayang, Ford tak cukup memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan selera jaman. Daripada mengikuti perkembangan jaman, Ford justru terus memproduksi mobilnya tanpa ada perubahan sedikit pun juga, termasuk warna mobilnya yang selalu hitam. Karena tidak bisa beradaptasi dengan selera konsumen yang mulai berubah, lama kelamaan mobil Ford tipe T tak lagi diminati. Sayang, hanya karena tak bisa beradaptasi maka mobil Ford menjadi tertinggal.
Jika kita memiliki kemampuan beradaptasi, maka kita tak begitu kesulitan membaca perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapi perubahan-perubahan itu dengan kreatif. Beradaptasilah dengan masalah yang harus kita hadapi. Beradaptasilah dengan kegagalan yang terjadi. Beradaptasilah dengan kesalahan fatal yang kita buat. Beradaptasilah dengan keberhasilan yang telah Anda capai. Beradaptasilah dengan lingkungan kerja Anda dan menyikapi hal-hal baru yang sedang terjadi. Selamat beradaptasi!
Kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci sukses bagi kita.
(Kwik)
Sesungguhnya, kemampuan beradaptasi adalah salah satu syarat penting untuk meraih kesuksesan. Mengapa penting? Karena kita hidup di tengah-tengah dunia yang terus berubah. Jika kita menjadi begitu kaku dan sulit untuk mengikuti perubahan demi perubahan yang terjadi, atau dengan kata lain kita tidak mampu beradaptasi dengan perubahan, maka kegagalan sudah menunggu di depan mata.
Mobil buatan Henry Ford dengan model T pernah mengalami masa kejayaan. Namun sayang, Ford tak cukup memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan selera jaman. Daripada mengikuti perkembangan jaman, Ford justru terus memproduksi mobilnya tanpa ada perubahan sedikit pun juga, termasuk warna mobilnya yang selalu hitam. Karena tidak bisa beradaptasi dengan selera konsumen yang mulai berubah, lama kelamaan mobil Ford tipe T tak lagi diminati. Sayang, hanya karena tak bisa beradaptasi maka mobil Ford menjadi tertinggal.
Jika kita memiliki kemampuan beradaptasi, maka kita tak begitu kesulitan membaca perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapi perubahan-perubahan itu dengan kreatif. Beradaptasilah dengan masalah yang harus kita hadapi. Beradaptasilah dengan kegagalan yang terjadi. Beradaptasilah dengan kesalahan fatal yang kita buat. Beradaptasilah dengan keberhasilan yang telah Anda capai. Beradaptasilah dengan lingkungan kerja Anda dan menyikapi hal-hal baru yang sedang terjadi. Selamat beradaptasi!
Kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci sukses bagi kita.
(Kwik)
Kamis, 03 Maret 2011
Asal Bapak Senang
Jika Anda seorang pekerja atau seorang staf dalam sebuah perusahaan, ini adalah soal menghargai atasan! Menghargai atasan jelas beda jauh dengan menjilat atasan. Jadi jangan berpikir bahwa saya sedang mengajak Anda untuk menyenangkan atasan secara berlebihan dengan tendensi-tendensi tertentu. Sejujurnya saya sendiri juga sebal jika melihat seorang karyawan melakukan aksi "Asal Bapak Senang". Senyum yang dibuat-buat, ekspresi wajah yang sengaja dimanis-maniskan, tertawa berlebihan saat mendengar lelucon atasan yang sama sekali tidak lucu, padahal sebenarnya ia tidak melakukan semuanya itu dengan ketulusan.
Menghargai atasan berarti kita menaruh respek dan kepercayaan terhadap seseorang sebagai atasan kita. Kita melakukan pekerjaan dengan kualitas kerja terbaik karena ada value, baik itu bagi kemajuan perusahaan yang notabene telah menggaji kita, selain itu juga baik bagi kemajuan diri. Bukan sekedar kita ingin atasan tersenyum lebar dan tertawa senang. Jika motivasi kita hanya asal bapak senang, maka kualitas kerja kita akan menjadi berubah seratus delapan puluh derajat saat atasan sedang tidak bersama dengan kita. Seperti pepatah kuno berkata, kucing pergi tikus berpesta!
Lakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, entahkah atasan bersama Anda atau tidak! Itulah orang yang benar-benar menghargai atasan. Untuk melihat seperti apa Anda yang sebenarnya dalam pekerjaan tidaklah terlalu sulit, yaitu ketika tak ada atasan yang mengawasi Anda! Saya tahu persis rasanya jadi seorang atasan. Seorang atasan akan tahu apakah pekerjanya itu benar-benar menaruh respek dan menghargainya dengan sungguh-sungguh, ataukah ia hanya sekedar cari muka saja. Semakin kita menghargai atasan dengan sungguh-sungguh, maka ia juga akan menghargai kita. Namun sebaliknya jika kita melakukan aksi Asal Bapak Senang, maka ia akan "mentertawakan" kekonyolan sikap kita dan semakin kehilangan respek atas kita. Bagaimanapun juga nilai ketulusan akan terus berlaku!
Menghargai didasari dengan ketulusan, menjilat didasari dengan kepalsuan.
(Kwik)
Menghargai atasan berarti kita menaruh respek dan kepercayaan terhadap seseorang sebagai atasan kita. Kita melakukan pekerjaan dengan kualitas kerja terbaik karena ada value, baik itu bagi kemajuan perusahaan yang notabene telah menggaji kita, selain itu juga baik bagi kemajuan diri. Bukan sekedar kita ingin atasan tersenyum lebar dan tertawa senang. Jika motivasi kita hanya asal bapak senang, maka kualitas kerja kita akan menjadi berubah seratus delapan puluh derajat saat atasan sedang tidak bersama dengan kita. Seperti pepatah kuno berkata, kucing pergi tikus berpesta!
Lakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, entahkah atasan bersama Anda atau tidak! Itulah orang yang benar-benar menghargai atasan. Untuk melihat seperti apa Anda yang sebenarnya dalam pekerjaan tidaklah terlalu sulit, yaitu ketika tak ada atasan yang mengawasi Anda! Saya tahu persis rasanya jadi seorang atasan. Seorang atasan akan tahu apakah pekerjanya itu benar-benar menaruh respek dan menghargainya dengan sungguh-sungguh, ataukah ia hanya sekedar cari muka saja. Semakin kita menghargai atasan dengan sungguh-sungguh, maka ia juga akan menghargai kita. Namun sebaliknya jika kita melakukan aksi Asal Bapak Senang, maka ia akan "mentertawakan" kekonyolan sikap kita dan semakin kehilangan respek atas kita. Bagaimanapun juga nilai ketulusan akan terus berlaku!
Menghargai didasari dengan ketulusan, menjilat didasari dengan kepalsuan.
(Kwik)
Kamis, 18 Februari 2010
Penyakit Menunda
Kerjakanlah apa yang bisa Anda kerjakan hari ini! Jika tidak, Anda akan membayar mahal di kemudian hari. Terlalu berlebihankah? Saya rasa tidak, sebab seringkali saya harus membayar dengan mahal akibat dari penundaan yang pernah saya lakukan. Saya lebih mudah jadi stress ketika melihat setumpuk pekerjaan yang tidak ada hentinya. Saya makin frustasi ketika waktu terus bergulir mendekati dead-line yang sudah ditentukan. Waktu-waktu itulah saya berubah jadi mahkluk yang sangat sensitif. Jangan coba macam-macam dengan saya. Sedikit kata gurauan bisa berarti ucapan serius di telinga saya.
Pekerjaan yang saya lakukan pun tak ubahnya dengan kegiatan rodi yang sangat menyiksa. Saya kehilangan taste dari setiap pekerjaan yang saya lakukan. Saya sama sekali tidak bisa menikmati pekerjaan di saat terburu-buru seperti itu. Itu semua bermula dari sebuah penundaan yang saya lakukan.
Kadangkala kita juga melakukan hal yang sama, melakukan penundaan demi penundaan dengan sebuah pemikiran, “ Aku toh bisa mengerjakan keesokan harinya.” Tanpa kita tahu bahwa hari esok sudah memiliki kesibukannya sendiri. Bagi banyak orang hal ini mungkin dianggap sangat sepele, tapi bukankah kadangkala kita kehilangan kesempatan-kesempatan berharga itu berlalu begitu saja hanya karena kita menunda untuk segera melakukannya?
Jangan pernah menunda apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini. Ini adalah salah satu prinsip kesuksesan yang sangat penting. Biasakanlah diri untuk selalu menunda-nunda, maka kesuksesan yang kita impikan juga akan tertunda. Napoleon Hill, seorang motivator berkata, “Yang berarti bukan apa yang akan Anda kerjakan melainkan apa yang sedang Anda kerjakan sekarang.” Banyak orang gagal meraih kesuksesan karena penyakit suatu hari. Mereka harusnya bisa meraih kesuksesan pada hari ini, tetapi mereka memilih untuk menundanya dan berkata akan melakukannya pada suatu hari. Apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini adalah anugerah Tuhan yang harus kita responi dengan cepat. Jika kita menunda untuk melakukannya, ada kalanya itu berarti kita secara tidak sengaja menolak berkat dan keberhasilan yang diberikan oleh Tuhan bagi kita pada hari ini. Jadi, jangan biasakan untuk melakukan penundaan dan terjangkit dengan penyakit suatu hari.
Jangan pernah menunda apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini. (Kwik –Spirit Motivator)
Pekerjaan yang saya lakukan pun tak ubahnya dengan kegiatan rodi yang sangat menyiksa. Saya kehilangan taste dari setiap pekerjaan yang saya lakukan. Saya sama sekali tidak bisa menikmati pekerjaan di saat terburu-buru seperti itu. Itu semua bermula dari sebuah penundaan yang saya lakukan.
Kadangkala kita juga melakukan hal yang sama, melakukan penundaan demi penundaan dengan sebuah pemikiran, “ Aku toh bisa mengerjakan keesokan harinya.” Tanpa kita tahu bahwa hari esok sudah memiliki kesibukannya sendiri. Bagi banyak orang hal ini mungkin dianggap sangat sepele, tapi bukankah kadangkala kita kehilangan kesempatan-kesempatan berharga itu berlalu begitu saja hanya karena kita menunda untuk segera melakukannya?
Jangan pernah menunda apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini. Ini adalah salah satu prinsip kesuksesan yang sangat penting. Biasakanlah diri untuk selalu menunda-nunda, maka kesuksesan yang kita impikan juga akan tertunda. Napoleon Hill, seorang motivator berkata, “Yang berarti bukan apa yang akan Anda kerjakan melainkan apa yang sedang Anda kerjakan sekarang.” Banyak orang gagal meraih kesuksesan karena penyakit suatu hari. Mereka harusnya bisa meraih kesuksesan pada hari ini, tetapi mereka memilih untuk menundanya dan berkata akan melakukannya pada suatu hari. Apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini adalah anugerah Tuhan yang harus kita responi dengan cepat. Jika kita menunda untuk melakukannya, ada kalanya itu berarti kita secara tidak sengaja menolak berkat dan keberhasilan yang diberikan oleh Tuhan bagi kita pada hari ini. Jadi, jangan biasakan untuk melakukan penundaan dan terjangkit dengan penyakit suatu hari.
Jangan pernah menunda apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini. (Kwik –Spirit Motivator)
Senin, 16 November 2009
Be Yourself
Kita sering mendengar kalimat populer “Be Your Self!”, apa yang ada di benak kita ketika mendengar kalimat tersebut? Apakah arti menjadi diri sendiri? Banyak orang mengartikan kalimat be your self dengan pemahaman yang keliru. Indiyati Oetomo, International Director of John Robert Powers berkata bahwa be your self tidak hanya cukup menjadi diri sendiri. Karena menjadi diri sendiri bisa positif, tapi bisa juga negatif. Ada orang yang berprinsip, saya adalah saya, mau diterima ya begini, nggak mau ya sudah. Akhirnya, justru sisi negatiflah yang menonjol.
Menurut pemahaman saya, kalimat be your self atau menjadi diri sendiri berbicara tentang 3 hal penting tentang diri kita.
Yang pertama, menjadi diri sendiri berarti mengenal diri kita dengan benar. Kita harus tahu persis seperti apa diri kita di hadapan Tuhan. Kita harus tahu bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang mulia, berharga dan diciptakan dengan tujuan yang jelas. Kita harus tahu apa kelebihan kita dan apa kelemahan kita. Kegagalan yang paling fatal adalah di saat kita gagal mengenal siapa diri kita sendiri dengan benar.
Yang kedua, menjadi diri sendiri berarti kita berani mempertahankan keunikan yang ada pada diri kita. Sayangnya banyak orang justru ingin menjadi imitasi daripada original. Buktinya banyak orang selalu meniru-niru orang lain. Dalam dunia bisnis, meniru kesuksesan orang lain adalah hal yang positif, tapi itu bukan berarti kita meninggalkan keaslian atau keunikan yang ada pada diri kita. Ingatlah bahwa Tuhan menciptakan kita unik dan berbeda dari yang lain supaya kita mempertahankan keunikan kita. Alangkah bijaknya jika kita menggunakan keunikan kita tersebut sebagai salah satu modal untuk mencapai kesuksesan.
Yang ketiga, menjadi diri sendiri berarti kita memaksimalkan keunikan yang ada pada diri kita. Tentu keunikan dalam konteks ini adalah keunikan secara positif. Misalnya kita memiliki cara berpikir yang kreatif, pembawaan diri yang kreatif dan cara kerja yang kreatif, yang berbeda dari kebanyakan orang, lalu maksimalkanlah itu. Berani tambil beda, mengapa tidak? Be your self!
Be your self tidak hanya cukup menjadi diri sendiri, melainkan memaksimalkan keunikan positif diri kita.(Kwik - Spirit Motivator)
Menurut pemahaman saya, kalimat be your self atau menjadi diri sendiri berbicara tentang 3 hal penting tentang diri kita.
Yang pertama, menjadi diri sendiri berarti mengenal diri kita dengan benar. Kita harus tahu persis seperti apa diri kita di hadapan Tuhan. Kita harus tahu bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang mulia, berharga dan diciptakan dengan tujuan yang jelas. Kita harus tahu apa kelebihan kita dan apa kelemahan kita. Kegagalan yang paling fatal adalah di saat kita gagal mengenal siapa diri kita sendiri dengan benar.
Yang kedua, menjadi diri sendiri berarti kita berani mempertahankan keunikan yang ada pada diri kita. Sayangnya banyak orang justru ingin menjadi imitasi daripada original. Buktinya banyak orang selalu meniru-niru orang lain. Dalam dunia bisnis, meniru kesuksesan orang lain adalah hal yang positif, tapi itu bukan berarti kita meninggalkan keaslian atau keunikan yang ada pada diri kita. Ingatlah bahwa Tuhan menciptakan kita unik dan berbeda dari yang lain supaya kita mempertahankan keunikan kita. Alangkah bijaknya jika kita menggunakan keunikan kita tersebut sebagai salah satu modal untuk mencapai kesuksesan.
Yang ketiga, menjadi diri sendiri berarti kita memaksimalkan keunikan yang ada pada diri kita. Tentu keunikan dalam konteks ini adalah keunikan secara positif. Misalnya kita memiliki cara berpikir yang kreatif, pembawaan diri yang kreatif dan cara kerja yang kreatif, yang berbeda dari kebanyakan orang, lalu maksimalkanlah itu. Berani tambil beda, mengapa tidak? Be your self!
Be your self tidak hanya cukup menjadi diri sendiri, melainkan memaksimalkan keunikan positif diri kita.(Kwik - Spirit Motivator)
Langganan:
Postingan (Atom)